TETAP TEGAR DAN KAMI TETAP BANGGA (FROM MALANG TO WORLD)

LAMONGAN- Kapten Arema, Herman Dzumafo menyayangkan kekalahan dengan skor 1-3 saat timnya menantang tuan rumah Persela Lamongan, sore kemarin. Akibat kekalahan tersebut, klub berlogo kepala singa gagal menutup musim ini dengan happy ending sekaligus gagal melakukan revans atas kekalahan dari Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) di putaran pertama lalu.
Setelah sebelumnya hanya mampu bermain imbang 0-0 saat meladeni Persegres Gresik United di Stadion Kanjuruhan (30/6), episode negatif skuadra Singo Edan akhirnya berlanjut di Stadion Surajaya. M Ridhuan dkk tampil antiklimaks kala berusaha menandingi Rudi Widodo dkk di kandangnya.
Menurut el capitano Singo Edan asal Kamerun itu, ada satu faktor yang dianggapnya sebagai biang kekalahan Arema sore kemarin. Yaitu menurunnya semangat bertanding Dendi Santoso dkk.
"Permainan kita hari ini bukan karena Persela yang kuat atau kita yang lemah, tapi jujur menurut saya, kita tidak ada semangat yang seperti biasanya. Semangat kurang, mungkin karena teman-teman sudah berpikir bagaimana nasibnya setelah kompetisi. Tapi, ini hanya pendapat saya. Bisa juga ini bukan hari baik Arema," bebernya kepada Malang Post.
Atas kegagalan ini, Dzumafo mewakili rekan-rekannya meminta maaf sekaligus berterima kasih kepada Aremania yang tak kenal lelah memberikan dukungan penuh buat tim.
"Memang kita gagal happy ending. Kita tekad bawa kemenangan, tapi hasilnya seperti ini. Kita hanya bisa bilang maaf dan terima kasih kepada Aremania yang selau support," lanjut pemain yang telah mencetak enam gol untuk Arema tersebut.
Meski gagal happy ending, Dzumafo setidaknya bersyukur Arema masih bisa terhindar dari degradasi di akhir musim. Padahal sebelumnya, Singo Edan menjadi salah satu tim yang berpotensi turun kasta karena terus terpuruk sepanjang putaran pertama. "Memang yang penting selamat dulu dari degradasi, meski ternyata tidak bisa happy ending. Kegagalan itu untungnya bisa ditukar dengan tetap bertahan di ISL musim depan," tandasnya.
Sementara itu kapten Persela, Gustavo Lopes mengaku bukan perkara mudah untuk mengalahkan Arema sekalipun Laskar Joko Tingkir tampil di hadapan publiknya sendiri.
"Hari ini (kemarin) pertandingan berat. Arema adalah tim kuat yang sulit dikalahkan. Beruntung kami bisa memenangkan pertandingan. Ini semua karena pemain bekerja keras dan bermain lebih baik," papar legiun asal Argentina itu usai pertandingan.
Gustavo semakin sumringah karena berkat kemenangan sore kemarin, Persela memantapkan posisinya di peringkat empat klasemen akhir Indonesia Super League (ISL) 2011-2012. "Tidak mudah meraih ini semua. Apalagi kemarin kami sempat tidak latihan 10 hari. Tapi hasilnya bisa menang dan finish nomor empat," pungkasnya kepada Malang Post. (tom/jon)# SUMBER MALANG POST

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.