Masih dalam Ancaman Play Off



MALANG - Hasil imbang 0-0 saat menjamu Persegres Gresik United, Sabtu (30/6) lalu bukan hanya menghentikan rekor kandang Arema di putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, namun juga membuat kelanjutan nasib klub berlogo kepala singa di kompetisi musim depan masih terkatung-katung.
Namun dengan kekalahan 0-3 Deltras Sidoarjo saat menantang Pelita Jaya FC, Minggu (1/7) lalu memang membuat Arema bisa bernapas lebih panjang.
Yaitu dengan Deltras hanya menyisakan dua pertandingan terakhir, sekalipun The Lobster (julukan Deltras) yang kini menghuni peringkat 17 mampu menyapu bersih kemenangan tetap tidak mungkin lebih tinggi daripada Arema.
Maksimal, skuad asuhan Blitz Tarigan itu hanya akan mendulang 35 angka, sedangkan Singo Edan sudah mengemas tiga poin lebih banyak yaitu 38 poin.
Artinya kini sudah ada dua tim terbawah yang tidak mungkin lagi mengejar perolehan poin Arema. Selain Deltras, juga PSAP Sigli dengan 27 poin di posisi 18 tak bisa kejar Arema, meski masih menyisakan dua laga.
Meski itu bukan berarti Arema 100 persen lolos dari ancaman degradasi. Posisi Arema bakal aman bila minimal mampu mencuri satu poin di markas Laskar Joko Tingkir (julukan Persela), 11 Juli mendatang.
Namun andai tak satupun poin berhasil digenggam, nasib klub berlogo kepala singa masih bergantung hasil pertandingan kompetitornya.
Utamanya para pesaing yang sementara peringkatnya masih di bawah Singo Edan, yaitu PSPS Pekanbaru, Persisam Samarinda, PSMS Medan, Persiram Raja Ampat dan Persegres.
Lima klub tersebut sama-sama masih menyisakan dua laga di penghujung musim ini. ‘’Perjuangan masih belum selesai. Memang kami sayangkan gagal petik poin penuh saat lawan Persegres. Namun harus ditebus saat lawan Persela. Andai gagal dapat poin, nasib kita bergantung klub-klub lain,’’ ungkap head coach Arema, Suharno kepada Malang Post.
Secara hitung-hitungan, PSPS yang kini bertengger di peringkat 12 cukup berat peluangnya untuk mengamankan poin absolut di dua laga tersisa.
Pasalnya, tim asuhan Mundari Karya harus bertandang ke markas Persidafon Dafonsoro (6/7) serta Deltras (11/7). Sulit sekali tim tamu bisa mencuri poin di Stadion Barnabas Youwe, kandang Persidafon. Apalagi mereka bertekad mempertahankan posisinya di 10 besar. Begitupun Deltras sudah pasti habis-habisan bila ingin lepas dari zona merah. Andai pun akhirnya menang, maka poin maksimal Asykar Bertuah (julukan PSPS) adalah 44.
Lain halnya dengan Persisam yang masih menyisakan dua partai home di Stadion Segiri. Pesut Mahakam (julukan Persisam) yang kini nangkring di posisi 13 akan menjamu juru kunci klasemen, PSAP Sigli (8/7) serta PSMS Medan (11/7).
Persisam jelas tak mau dua tim yang juga sama-sama pesaingnya di papan bawah tersebut mencuri poin di kandang mereka. Dua kemenangan bisa membuat poin Persisam menjadi 43.
Sama halnya PSPS, dua tandang berat beruntun juga harus dilakoni PSMS Medan. Ayam Kinantan (julukan PSMS) akan melawat ke kandang Mitra Kukar Tenggarong (7/7) dan Persisam (11/7).
Meski berat, namun bila bisa memenangkan dua partai tersebut perolehan poin Sasa Zecevic dkk menjadi 42. Keuntungan dimiliki Persiram Raja Ampat yang akan menuntaskan laga tersisa di kandang sendiri, Stadion Wombik. Sekalipun lawannya tidak mudah, yaitu Persib Bandung (5/7) dan Pelita Jaya FC (11/7) namun bila menang poin mereka menjadi 41.
Nah, ancaman terberat Arema adalah Persegres. Di dua laga terakhir, Laskar Joko Samudro akan menjamu dua tim kuat Papua, yaitu Persiwa Wamena (4/7) dan Persipura Jayapura (11/7). Meski terkesan berat, bukan tidak mungkin Gustavo Chena dkk bisa menumbangkan Persiwa dan Persipura sehingga perolehan poin akhir mereka sama dengan Singo Edan, yaitu 38.
Dengan hitung-hitungan kasar tersebut, posisi Singo Edan bisa saja melorot hingga ke peringkat 15. Bahkan tidak mungkin turun lagi ke posisi 16 dan menjadi salah satu dari tiga tim yang otomatis terdegradasi ke Divisi Utama bila Persegres bisa menang besar di dua laga home terakhirnya. Namun, Suharno masih mengobarkan optimisme.
‘’Poin kita bisa saja sama-sama 38. Tapi bagaimana produktivitas gol Persegres dibanding Arema,’’ seru pelatih berlisensi A AFC itu. Menilik hitung-hitungan tersebut, Arema jelas lebih unggul selisih gol. Singo Edan memang kebobolan 48 gol, tapi sudah melesakkan 44 gol. Artinya produktivitas Kurnia Meiga dkk hanya minus empat. Sedangkan Persegres baru memasukkan 32 gol, tapi sudah kebobolan 68 kali. Berarti Laskar Joko Samudro minus 36.
Sehingga, kalah sekalipun di Lamongan, tipis peluang Arema untuk masuk dalam zona degradasi meski Persegres raih enam poin di kandang.
Satu-satunya ancaman nyata bagi Arema adalah masuk di zona play off, yang nantinya harus bertanding dengan posisi empat klasemen akhir Divisi Utama untuk tetap bertahan di ISL.  (tom/bua)

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.