Coba Skema Berbeda


Sore ini, Arema Tantang Persela
LAMONGAN- Absennya Munhar tampaknya sungguh menjadi pukulan telak bagi skuadra Singo Edan. Sampai-sampai, tim pelatih Arema harus mengubah pakem formasi andalannya selama ini demi menyiasati kehilangan palang pintu asal Sidoarjo tersebut. Klub berlogo kepala singa diyakini bakal memainkan pola berbeda saat meladeni tuan rumah Persela Lamongan dalam pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Surajaya sore ini.
Dalam simulasi game saat latihan pagi kemarin, tampak tiga stopper dimainkan sekaligus. Rekan duet Munhar, Seme Pierre Patrick kali ini dipasangkan dengan Johan Ibo dan Steven Hesketh. Kolaborasi tiga bek sejajar ini belum pernah dicoba Singo Edan, karena umumnya mengandalkan dua stopper saja dengan ditopang dua bek sayap untuk melengkapi kuartet lini belakang.
Sebelumnya, head coach Arema, Suharno memang sudah mengutarakan niatnya mengaplikasikan strategi berbeda untuk meredam Laskar Joko Tingkir (julukan Persela). Diantaranya adalah formasi 3-6-1. "Dengan formasi tersebut, kita masih punya tiga orang free di belakang. Artinya kita akan memperkuat lini tengah untuk memenangkan permainan," beber pelatih berlisensi A AFC itu.
Dengan strategi ini, artinya dua bek sayap yang biasa beroperasi di lini belakang akan bergerak lebih maju layaknya gelandang. Namun mereka tak hanya dituntut efektif menggalang serangan, namun juga aktif membantu pertahanan. Ada kalanya formasi ini nanti bisa ditransformasikan menjadi 5-3-2, 3-5-2 hingga 3-4-3. "Sebetulnya formasi ini fleksibel. Saat menyerang maupun bertahan kita bisa siasati cepat perubahannya. Hanya saja kali ini ada tiga stopper murni di belakang," imbuh asisten pelatih Joko 'Gethuk' Susilo.
Mereka yang berperan sebagai bek sayap adalah Khusnul Yuli dan Johan Ahmad Farisi atau lebih akrab dipanggil Alfarizie. Sedangkan stabilitas lini tengah akan dipercayakan pada duet gelandang muda, Hendro Siswanto dan Ferry Aman Saragih. Dengan strategi lebih memperkuat pertahanan, bisa jadi Hendro dan Ferry bakal lebih dioptimalkan sebagai gelandang jangkar.
Untuk urusan menopang daya dobrak, Alain N'Kong dan Muhammad Ridhuan tampaknya bakal berperan ekstra selain sebagai penunjang ujung tombak, juga mengatur tempo serangan dari second line. Dua legiun impor Singo Edan ini selain dikenal piawai melakukan tusukan dari lini kedua, juga aktif menyisir dari sektor sayap.
Sedangkan Herman Dzumafo akan tetap menjadi gacoan untuk mengobrak-abrik jantung pertahanan Laskar Joko Tingkir. Bomber asal Kamerun yang telah mengoleksi enam gol untuk Singo Edan itu akan dipasang sebagai target man, berbeda dari beberapa laga sebelumnya dimana el capitano Arema itu bermain lebih sebagai penyerang bayangan di belakang striker murni macam Sunarto. (tom/bua) #sumber malang post

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.