Komuter Makin Muter-muter




MALANG - Rencana mengoperasionalkan komuter jalur Lawang-Malang-Kepanjen sebelum lebaran, terancam tertunda. Itu berarti, sudah beberapa kali ujicoba komuter selalu gagal.
Belum lagi, Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Jatim, tak kunjung memberi kepastian pasca gagal dalam uji coba pada 12 Juli lalu. Bahkan saat ini masing-masing pihak saling berkilah. Mulai Dinas Perhubungan, PT KAI, PT INKA sampai Kementerian Perhubungan juga tidak ada kejelasan.
‘’Sampai saat ini belum ada informasi. Karena itu kami harus proaktif. Pekan depan, kami menanyakan langsung ke Kementerian Perhubungan. Tujuannya untuk memperjelas rencana beroperasinya komuter,’’ kata Kadis Perhubungan Kota Malang, HM Yusuf, kemarin.
Yusuf sangat berharap, komuter bisa dioperasionalkan sebelum lebaran. Alasannya, pengoperasian komuter dijalur Lawang-Malang-Kepanjen sebelum Lebaran itu, bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang akan meningkat signifikan pada beberapa pekan sebelum Lebaran.
Menurut Yusuf, jika komuter beroperasi dalam waktu dekat, jumlah pengendara motor di jalur Lawang-Malang-Kepanjen, akan berkurang lantaran pengendara beralih naik komuter . Dengan demikian, lalu lintas kendaraan para pemudik yang melintas di jalur Lawang-Malang-Kepanjen lebih lancar.
Bukan hanya meminta kejelasan Departemen Perhubungan, Yusuf juga mengusulkan ada perubahan jalur. Yakni tidak melintas mulai Lawang hingga Kepanjen. Tapi dari Singosari ke Sumberpucung.
Alasannya untuk menghindari jalur Lawang yang memiliki elevasi atau ketinggian hingga tak mampu dilintasi komuter. ‘’Usulan kami mulai dari Singosari bukan Lawang menghindari jalur menanjak,’’ ujar Yusuf.
Perubahan itu, lanjut Yusuf, juga dilakukan pada tujuan Komuter yang sebelumnya Kepanjen diperpanjang hingga Sumberpucung. ‘’Jadi rutenya Singosari-Sumberpucung," sambungnya.
Bisa jadi kapan realisasi beroperasinya komuter itu bakal terus muter-muter. Bagaimana tidak, seharusnya pasca gagal dalam uji coba kedua, semua pihak langsung menggelar evaluasi bersama. Namun sampai kemarin siang, Dinas Perhubungan Kota Malang belum diberi informasi tentang hasil evaluasi.
Humas PT KAI Daops 8, Sri Winarto yang dihubungi terpisah mengaku belum ada pembahasan pengoperasian komuter pasca gagal dalam uji coba kedua.
‘’Saya belum dapat informasi. Belum tahu secara jelas kapan dioperasionalkan karena komuter itu masih dalam kewenangan PT Inka dan Kementerian Perhubungan,’’ jelas Sri Winarto.
Namun demikian, ia memastikan PT KAI sebenarnya sudah siap mengoperasionalkan komuter Lawang-Malang-Kepanjen. ‘’Kalau sudah memiliki sertifikat layak beroperasi dan sudah ada penyerahan, pasti kami segera mengoperasionalkan. Tapi sampai saat ini belum diserahkan ke PT KAI,’’  tandasnya.
Sri memastikan, pengoperasian komuter tidak akan berpengaruh pada angkutan lebaran. Kendati terdapat penambahan kereta lebaran,  jalur kereta Lawang-Malang-Kepanjen tetap bisa dilewati komuter.
‘’Tidak semua jalur dilewati kereta tambahan. Contohnya jalur Surabaya-Malang tidak ada kereta tambahan untuk angkutan lebaran. Jadi tidak ada kendala dengan jalur yang dilewati,’’ kata dia.
Namun sebelumnya, PT INKA menyatakan bahwa kegagalan uji coba komuter akibat tidak bisa melewati lintasan menanjak dan menuding masinis kurang terampil. (van/avi)# sumber malang post

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.