Suharno Siap Lanjut


MALANG- Bicara soal sukses Arema mengamankan jatah bermain di kompetisi level tertinggi musim depan, tentu tak lepas dari peran Suharno sebagai pelatih Singo Edan. Diangkat sebagai head coach Arema saat klub berlogo kepala singa masih terbenam di zona degradasi, akhirnya Ferry Aman Saragih dkk finish di peringkat 12 klasemen akhir Indonesia Super League (ISL) 2011-2012.
Tactician berlisensi A AFC itu mampu memanfaatkan 10 pertandingan tersisa dengan baik, sehingga tim pujaan Aremania tak sampai turun kasta. Suharno mengantar skuadra Singo Edan memetik lima kemenangan dan sekali seri di kandang, dua kali imbang sebagai tim tamu serta dua kali takluk di kandang lawan. Total 18 poin dihasilkan klub berlogo kepala singa selama dinakhodai pelatih yang namanya mulai berkibar saat menukangi Gelora Dewata di era Galatama tersebut.
Namun seiring keberhasilannya memenuhi target yang dibebankan manajemen begitu resmi memulai tugasnya per 10 Mei lalu, masih belum ada kepastian apakah Suharno akan tetap menjadi der trainer Arema musim 2012-2013. Setelah menyerahkan rapor evaluasi pemain kepada manajemen, Kamis (12/7) lalu, praktis tugasnya sebagai head coach telah tuntas.
Seputar masa depan mantan pelatih Persiwa Wamena itu, manajemen tampaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Meski begitu, saat disinggung kesiapannya kembali menangani klub berlogo kepala singa, Suharno mantap menyatakan siap.
“Setelah saya serahkan rapor evaluasi pemain kepada manajemen, artinya tugas saya sudah selesai. Saya juga sudah memenuhi target untuk menyelematkan Arema dari degradasi. Soal bagaimana kelanjutan saya di tim ini, semua bergantung kebijakan manajemen. Tapi kalau memang masih diberi kepercayaan (sebagai pelatih kepala, Red), saya siap kembali mengemban tanggung jawab,” serunya saat dihubungi Malang Post siang kemarin.
Terlepas dari kemungkinan masa depannya di Arema, sebagai warga Malang, pelatih yang berdomisili di Sengkaling Regency itu merasa tersanjung diberi amanat mengarsiteki tim kebanggaan Kera Ngalam sekalipun tak sampai separo masa kompetisi.
“Terima kasih kepada semua yang telah mensupport tim ini. Bagaimanapun, sukses Arema bisa bertahan bukan hanya semata karena peran saya. Masih ada empat asisten saya, mulai dari Joko Susilo, Dwi Sasmianto, Kuncoro dan Khoiful Ajid. Juga kepada pengurus dan tentunya Aremania,” papar Suharno yang saat dihubungi kemarin mengaku sedang berada di tanah kelahirannya, Klaten, Jawa Tengah.
Sebagai kilas balik saja, Suharno resmi diumumkan sebagai head coach Singo Edan dalam konferensi pers di Kantor Arema, Jalan Kertangera, tanggal 10 Mei lalu. Kala itu, skuadra Singo Edan baru saja menuntaskan tur away Pekanbaru dan Solo yang sama-sama berakhir kekalahan.
Tak ingin tim terus terpuruk, manajemen akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengangkat Suharno sebagai pelatih kepala dan mengembalikan Joko ‘Gethuk’ Susilo sebagai asisten pelatih.
Padahal, beberapa hari sebelumnya, mantan pelatih PSS Sleman itu masih berkonsentrasi menyiapkan timnas senior Indonesia yang menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta. Merasa terpanggil menyelamatkan Arema dari ancaman degradasi, Suharno lantas mengiyakan tawaran manajemen Singo Edan.
Hanya selang beberapa jam setelah resmi menjabat head coach, tanggal 10 Mei malam, pelatih yang mengawali kariernya sebagai pemain di klub Perkesa 78 itu langsung memimpin latihan Seme Patrick dkk yang bersiap menghadapi Persisam Samarinda pada tanggal 12 Mei. Debut Suharno berjalan mulus seiring kemenangan 1-0 Singo Edan atas Persisam. (tom/bua)

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.