Kesiapan Kontingen Banten 85 Persen


SERANG – Ketua tim konsultan KONI Banten Paulus Pasurnay mengatakan, sampai kini kesiapan kontingen Banten un­tuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau, sudah mencapai 85 persen. Dia meminta kondisi ini terus ditingkatkan sampai 100 persen sampai perhelatan olahraga multi-event itu bergulir September nanti,
“Kondisi ini sudah sangat bagus, tinggal mempertahankan dan meningkatkan sedikit lagi,” kata Paulus seusai workshop pelatih, asisten pelatih, dan manajer tim PON di aula KONI Banten, Rabu (18/7).
Dikatakan, kekurangan 15 persen yang harus dipersiapkan kontingen Banten itu bukan faktor fisik atlet. Menurutnya, sejak menjalani pemusatan latihan daerah (pelatda) Januari sampai Juli ini kondisi fisik atlet sudah mumpuni. Bahkan untuk teknik, taktik dan strategi yang dimiliki dia nilai sudah baik. “Pokoknya tinggal dipertahankan saja, saya minta para pelatih dan manajer tim untuk jeli menerapkan berbagai teori yang sudah kita berikan,” ungkapnya.
Memasuki Ramadan, sebagian besar atlet Banten menjalani puasa. Paulus meminta kepada semua atlet untuk tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk tidak berlatih. Dia mengaku sudah terbiasa menghadapi kejuaraan besar saat puasa. “Negara-negara di Asia Tenggara itu kalau menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga selalu setelah Lebaran. Mereka ingin agar Indonesia yang atletnya kebanyakan muslim bisa kalah karena puasa. Lalu Olimpiade London tahun ini juga digelar saat puasa. Kita harus siap dalam kondisi apapun,” katanya.
Untuk menjalani latihan selama Ramadan, pihaknya sudah merekomendasikan agar pada pekan pertama Ramadan porsi latihan dikurang 50 persen, pekan kedua menjadi 80 persen dan pekan selanjutnya sudah harus kembali normal. “Minggu pertama mungkin butuh penyesuaian, tapi selanjut­nya harus sudah terbiasa normal,” ujarnya.
Ketua Kontingen Banten Brigjen (Purn) Rumiah Kartoredjo mengatakan, workshop tersebut merupakan bagian dari program KONI Banten menjelang PON. Menurutnya, semakin mendekati pelaksanaan PON, semua pihak yang terlibat harus memiliki persepsi yang sama, yakni bagaimana memberikan prestasi terbaik untuk Banten. “Alhamdulillah tim PON semakin solid, sekarang kita tinggal fokus menjaga soliditas dan kebersamaan, serta mental para atlet,” katanya.
Ketua Panitia Workshop Djajuli Hasan mengatakan, workshop diikuti 118 pelatih, asisten pelatih, dan manajer tim dari 39 cabang olahraga. “Ini adalah workshop ter­akhir yang kita gelar sebelum per­tandingan. Nanti seminggu sebelum PON akan kita undang lagi untuk pemusatan lati­han terakhir di Kota Tangerang Selatan,” pung­kasnya. (ibm/yes) #sumber Radar Banten

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.