Tunggu Purwaka-Waluyo



MALANG- Komposisi skuadra Singo Edan proyeksi Indonesia Super League (ISL) 2012-2013 bakal semakin komplet dalam waktu dekat. Setelah mengikat sembilan penggawa musim lalu plus tiga pemain baru dengan perjanjian pra kontrak, manajemen Arema kini bersiap melengkapi skuad dengan tambahan pemain lokal lain.
Tentu saja penambahan akan difokuskan ke sejumlah posisi yang masih lowong. Saat ini masing-masing posisi di tiap lini sebenarnya sudah terisi, namun jumlahnya belum ideal untuk mengarungi satu musim kompetisi seketat ISL. Manajemen sendiri memastikan telah mencapai deal dengan tiga pemain baru.
“Kita sudah deal dengan tiga pemain lagi. Hanya saja untuk nama mereka belum bisa kami publikasikan, sampai yang bersangkutan benar-benar sudah bebas kontrak dengan klub lamanya,” terang Direktur Utama Arema, Ruddy Widodo.
Meski Ruddy belum bersedia membocorkan, namun sumber internal klub menyebut tiga pemain bersangkutan masing-masing berposisi sebagai bek sayap, gelandang dan striker. Maka utak-atik kebutuhan tim pun sekarang sudah bisa dilihat.
Dimulai dari sektor penjaga gawang, klub berlogo kepala singa memastikan duet kiper kakak beradik, Achmad Kurniawan dan Kurnia Meiga masih akan menjadi awak tim musim depan.
Dua kiper belia, Teguh Amiruddin dan Yoewanto Stya Beny dikabarkan menyusul membubuhkan tanda tangan pra kontrak. “Rencananya besok (hari ini, Red) kami panggil Teguh dan Beny,” ujar Ruddy kepada Malang Post kemarin.
Untuk sektor bek sayap, hampir dipastikan tak akan ada lagi wing back anyar yang akan merapat. Saat ini Singo Edan sudah memiliki empat bek sayap, yaitu Khusnul Yuli, Johan Ahmad Farisi, Benny Wahyudi dan satu nama lain yang baru saja mencapai deal dengan manajemen.
Kebutuhan mendesak barangkali adalah pemain berposisi stopper. Hingga kini manajemen baru mengikat Munhar sebagai satu-satunya bek sentral. Hal itu mengindikasikan sebenarnya manajemen kini tengah melakukan pendekatan dengan pemain berposisi stopper. Santer dikabarkan, duet Purwaka Yudi dan Waluyo bakal didatangkan kembali ke kandang singa. Sementara satu slot bek tengah lain akan menjadi milik defender impor.
Sebagai kreator lini tengah, Arema sudah memiliki Catur Pamungkas dan Hendro Siswanto serta satu lagi nama yang masih dirahasiakan. Di sektor inilah manajemen tampaknya harus segera mencari tambahan amunisi. Besar kemungkinan seorang playmaker impor akan dijadikan jendral lini tengah. Sedangkan sisanya adalah pemain lokal.
“Ibaratnya tinggal cari pelapis. Bukan hanya sebagai cadangan. Tapi memang kita inginkan kekuatan merata, antara inti dan cadangan kualitasnya setara. Fokus utama tentu 11 pemain inti dulu sebagai kerangka tim, nanti tinggal ditambah kekurangannya,” urai Ruddy.
Sedangkan untuk memperkuat daya dobrak, sepertinya manajemen tinggal menambah gacoan pemain asing saja. Ini karena Arema sudah memiliki empat penyerang muda berkualitas, yaitu Dendi Santoso, Sunarto, Reza Mustofa dan Qischil Gandruminny ditambah striker lokal lain yang baru saja mencapai deal namun belum diungkap manajemen.
Belum lagi ada Muhammad Ridhuan andai benar wing forward asal Singapura itu mencapai deal dalam waktu dekat. Tentu Singo Edan tinggal mencari bomber haus gol sebagai andalan lini depan. (tom/bua) #sumber malang post

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.