ISL Dimulai November



MALANG- Bukan tanpa alasan bila kini manajemen Arema tengah sibuk mempersiapkan tim untuk menghadapi musim kompetisi anyar. Dimulai dengan rencana mengumumkan hasil evaluasi rapor pemain kemudian dilanjutkan perekrutan penggawa baru mulai bulan September depan.
Hal ini tak lepas dari rencana segera digulirkannya kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012-2013 medio November mendatang. Kepastian tersebut mengacu hasil rapat evaluasi dan pembahasan kompetisi ISL 2012-2013 serta ISL Club Meeting di Hotel Park Line, Jakarta, Rabu (8/8) malam.
“Dua hal utama yang dibahas adalah jadwal ISL musim 2012-2013, Insyallah diputar maksimal medio November. Lalu soal kuota pemain asing musim depan tetap, namun berkurang secara bertahap di musim berikutnya,” terang Direktur Utama Arema, Ruddy Widodo yang menghadiri pertemuan di Jakarta, Rabu malam lalu.
“Hal-hal teknis lainnya terkait kompetisi akan dibicarakan pada RUPS (Rapat Umum Pemegang saham) PT Liga Indonesia (LI) medio Semptember mendatang,” sambung Ruddy kepada Malang Post, kemarin.
Ruddy juga menegaskan dalam RUPS nanti juga diselipkan agenda pengalihan saham Badan Liga Indonesia (BLI) dari tiga klub yang terdegradasi, yaitu Deltras Sidoarjo, PSAP Sigli dan PSMS Medan ke tiga klub promosi, meliputi Persepam Madura United, Barito Putra dan Persita Tangerang.
“Karena pada hakekatnya 99 persen saham BLI dimiliki oleh 18 klub ISL,” lanjutnya. PT LI selaku operator ISL memang tampak ngotot segera menggulirkan kompetisi meski belum ada hasil konkret dari rapat Joint Committee (JC).
Mereka tampak tenang sekalipun kubu PSSI pimpinan Djohar Arifin Husein mencak-mencak terkait rencana kembali bergulirnya ISL. “Saya sebagai ketua betul-betul merasa dilecehkan oleh tindakan KPSI memulai ISL pada bulan November nanti,” jelas Ketua JC, Todung Mulya Lubis yang dari kubu PSSI Djohar Arifin Husin.
Todung bahkan  mengancam akan melaporkan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) seandainya kompetisi ISL benar digulirkan. “Ya, itu terserah KPSI. Saya akan melaporkan ke AFC dan FIFA jika ISL bergulir. Namun, saya berharap ISL tidak bergulir. Kami berharap semua kembali ke meja perundingan,” tandasnya.
Sementara itu, CEO PT LI, Joko Driyono menjelaskan, pihaknya menggelar ISL karena mengimplementasikan liga profesional sulit dilakukan pada musim depan. “Joint Committee memiliki spirit untuk memastikan di Indonesia hanya ada satu liga dan itu komitmen,” jelasnya.
“Tapi, PT Liga Indonesia sudah punya analisis dan berpendapat bahwa sulit untuk mengimplementasikan liga profesional pada musim depan. Jadi, jangan sampai mengubah regulasi secara ekstrem, karena menyulitkan orang dalam membuat perencanaan,” lanjut Joko di hadapan awak media.
Joko menambahkan, mulai dari sekarang, ISL dan IPL tetap saja berjalan sampai terbentuk satu liga profesional. “PT Liga Indonesia ingin sampai dibentuknya liga profesional, kompetisi ISL dan IPL running tandem side by side sampai liga baru muncul. Walau begitu, kami membuka opsi lain untuk mendiskusikan liga profesional di dalam JC, tetapi bukan JC yang memutuskan, karena keputusan mengikat ada di Kongres PSSI,” imbuhnya. (tom/bua) #sumber malang post

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.