Siapkan Sniper, Tembak Ditempat


KEPANJEN - Sepuluh sniper (penembak jitu) disiagakan Polres Malang pada Operasi Ketupat tahun 2012 ini. Mereka diperintahkan untuk langsung tembak di tempat para pelaku kejahatan yang beraksi pada saat lebaran tiba nanti. Terutama terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan (perampokan).
Kapolres Malang AKBP Rinto Djatmono menyebut, dalam Operasi Ketupat 2012 ini tidak ada ampun bagi bagi para pelaku tindak kriminalitas.
"Pokoknya jangan macam-macam, berbuat onar akan langsung kami tindak tegas dengan tembak di tempat. Ada satu regu (10 personil,red) tim sniper yang kami siagakan nanti," serunya.
Dipaparkannya, sepuluh  penembak jitu  tersebut akan disebar ke beberapa titik lokasi yang dianggap rawan. Seperti stasiun, pasar tempat wisata serta tempat rawan lainnya. Mereka tidak hanya berdiam tetapi akan selalu bergerak dan mengawasi setiap orang yang dicurigai.
Selain 10 sniper, Polres Malang menyiagakan 847 personil yang akan disebar di sebelas titik Pos Pengamanan (Popam) di wilayah Kabupaten Malang. Personil itu gabungan antara Polri dengan instansi terkait. Diantaranya, TNI AD sebanyak 66 personil, Dinas Kesehatan 66 medis, Dinas Perhubungan 66 personil, Satpol PP 66 personil, Senkom 66 personil, petugas derek 12 personil dan petugas PMK 8 orang. Sisanya adalah 2/3 kekuatan dari personil Polres Malang.
Untuk sebelas titik Pospam diantaranya di Jalan Raya Desa Pait, kasembonn depan Pasar Lawang, depan Pasar Singosari, di simpang 3 Karanglo-Singosari, depan tempat wisata Wendit-Pakis, simpang empat pasar Dampit, depan Pasar Turen, depan Pasar Kepanjen, simpang tiga Karangploso, simpang tiga Kebonagung, depan Sengkaling-Dau.
"Selain sebelas titik Pos Pengamanan itu, juga ada enam titik pos pengamanan di tempat wisata. Yaitu di tempat wisata Coban Rondo, Gunung Kawi, Pantai Ngliyep, Pantai Sendangbiru, Pantai Bajulmati dan Pantai Balekambang. Untuk pos pengamanan di tempat wisata 1 x 24 jam nantinya akan dijaga 6 personil. Sedangkan Pospam jalan, dari 61 personil akan dibagi menjadi tiga shift jaga. Dan para personil ini sendiri akan menempati posnya mulai tanggal 11 Agustus pukul 00.00. Dan berakhir sampai tanggal 26 Agustus pukul 24.00," jelas Rinto Djatmono.
Sementara di wilayah hukum Polres Malang Kota, untuk pengamanan Hari Raya dikerahkan 1.231 anggotanya. Mereka  gabungan dari anggota TNI/Polri, dan masyarakat.
Dengan rincian, 297 anggota Polres Malang Kota dan Jajaran, 60 anggota Brimob, 130 anggota TNI, 87 anggota Satpol PP, 67 dari Dishub, 24 tenaga dari Dinas Kesehatan. Sedangkan dari FKPPI, Linmas dan Senkom, serta Saka Bhayangkara jumlahnya 554 personel.
Pagi kemarin, seluruh pasukan ini mengikuti gelar pasukan pengamanan lebaran di depan Balaikota Malang.Kapolres Malang Kota AKBP Teddy Minahasa Putra, yang membacakan amanat dari Kapolri mengatakan pengamanan lebaran tahun ini dititik beratkan pada keamanan, ketertiban, dan kelancaran berlalulintas.
Pengamanan  akan digelar selama 16 hari dan  akan  berakhir Sabtu (25/8) mendatang. Seluruh pasukan ini akan ditempatkan di tujuh pos pengamanan, diantarannya simpang tiga kantor  PDAM lama Jalan A Yani, Terminal Arjosari, Terminal Landungsari, Terminal Gadang, Klenteng, dan Stasiun Kota Baru.
“Selain ada pos pengamanan juga ada pos pantau yang didirikan di perbatasan Adiputro, Simpang empat depan UB, Simpang empat Perum Sawojajar, Pasar Besar, Simpang Tiga Kacuk barat dan terminal Hamid Rusdi,’’ urai Teddy Minahasa Putra.
Selain melakukan pengamanan di jalan raya, sasaran utama pengamanan adalah tempat ibadah dan obyek vital termasuk fasilitas umum seperti terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, dan pemukiman penduduk. (agp/ira/nug) #sumber malang post

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.