Due Diligence Awali Proses Merger



MALANG- Setelah tak lagi malu-malu mengoarkan rencana merger dalam waktu dekat, manajemen Pelita Jaya FC dan Arema bersiap melakukan due diligence alias uji tuntas aset kedua klub. Hal ini penting dilakukan agar merger tidak menyisakan masalah di kemudian hari. “Ya, kedua belah pihak akan sama-sama melakukan inventarisir aset,” terang Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji.
Uji tuntas merupakan hal yang biasa dilakukan dalam pelaksanaan penggabungan usaha ataupun akuisisi dimana pihak peminat melakukan penilaian atas perusahaan yang menjadi sasaran pembelian ataupun penilaian aset perusahaan tersebut. Dalam transaksi bisnis, suatu proses uji tuntas ini berbeda-beda tergantung dari jenis perusahaan.
Biasanya yang menjai perhatian dalam proses uji tuntas ini adalah hak atas kekayaan intelektual, aset berupa properti, asuransi perlindungan, peniliaian atas hutang perseroan, hak-hak ketenagakerjaan hingga soal perizinan. Darmaji pun tak memungkiri bahwa uji tuntas mulai dilakukan karena memang antara pihak Arema maupun Pelita Jaya sudah memikirkan soal peleburan tim.
Merger menjadi buah proses kerjasama yang sebelumnya direncanakan berlangsung selama tiga bulan. “Kedua belah pihak akan betul-betul menilai apa yang dipunya Arema dan apa yang dipunya Pelita Jaya. Semua tahapan ini memang mengarah ke sana (merger, Red),” tandas mantan wartawan itu kepada Malang Post.
Sebelumnya, CEO Nirwana Pelita Jaya, Iwan Budianto sempat mengistilahkan Pelita Jaya memiliki kekuatan finansial sedangkan Arema memiliki market yang potensial. Kelebihan itulah yang membuat wacana merger sebagai rencana yang menguntungkan bagi kedua klub.
“Masing-masing punya bargaining yang tinggi. Dalam proses ini, kami juga berpikir agar bagaimana modal Pelita Jaya dan market Arema bisa berkesinambungan,” lanjut Darmaji.
Sebagai pihak ‘penguasa’ market, manajemen Arema pun sudah melakukan berbagai upaya untuk memuluskan proses kemitraan dengan Pelita Jaya. Diantaranya dengan melakukan sosialisasi kepada Aremania. “Selain dalam bentuk dialogis atau forum, cara efektif melakukan sosialisasi adalah melalui performance,” beber pria asal Banyuwangi itu.
Performance yang dimaksud Darmaji tak lain menyangkut bagaimana kiprah tim beserta infastruktur penunjangnya. “Kita mendandani skuad dengan materi pemain berkualitas, lalu kita juga bersiap menggarap Stadion Kanjuruhan yang merupakan home base Arema sampai upaya melakukan pelayanan terbaik kepada penonton atau Aremania. Jadi benar-benar kita garap maksimal market yang ada,” pungkasnya.
Untuk urusan pendanaan sendiri tampaknya anggaran dari Pelita Jaya tak perlu diragukan. Demi memenuhi target juara, manajemen klub berjuluk Pendekar Gunung Parang bahkan bersiap jor-joran. Tengok saja barisan legiun impor yang telah didatangkan sejauh ini, empat penghuni daftar top scorer musim lalu sudah ‘diamankan’.
Mulai dari Alberto Goncalvez, Keith Kayamba Gumbs, Greg Nwokolo dan Safee Sali dipastikan memperkuat tim besutan Rahmad Darmawan. Berkaca dari pengalaman di musim-musim sebelumnya, Pelita Jaya merupakan salah satu klub yang terbilang sehat secara finansial. Masalah keterlambatan gaji bukanlah hal yang akrab dengan Pelita Jaya FC, sebaliknya Arema justru kerap terbelit problem tersebut. (tom/bua)#sumber malang post

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.