Dugaan Kuat Orang Dekat



Pembunuhan Pengusaha di Sawojajar
MALANG–Dugaan adanya keterlibatan orang dekat terbunuhnya Melly Dewi Agatha, 34 tahun, warga Jalan Danau Maninjau Raya, Selasa (4/9) petang lalu cukup kuat. Itu seiring dengan keterangan para saksi yang sudah diperiksa petugas. Dugaan adanya orang dalam yang terlibat dalam kasus ini juga dikuatkan dengan upaya pencarian jejak pelaku. Petugas yang dinihari kemarin menerjunkan anjing pelacak dari unit K 9 Detasemen B, Brimob, Ampeldento, Pakis, cukup yakin jika pelaku bukanlah orang jauh. Itu seiring dengan gerakan anjing yang tidak jauh dari TKP.
Menurut pantauan Malang Post, anjing pelacak yang diterjunkan mulai pukul 00.30 ini hanya sekali saja berputar di samping kanan rumah korban. Selanjutnya, anjing yang kerap membantu petugas mengungkap pelaku ini justru banyak berputar-putar di dalam rumah tempat korban ditemukan tewas dengan kepala bersimbah darah dan tubuhnya masuk dalam bak mandi.
Namun petugas tidak mau gegabah. Petunjuk dari anjing pelajak yang dikomnado langsung oleh Aipda Fabianus ini pun disingkronkan dengan keterangan para saksi. Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP James H Hutajulu, mengatakan sejak malam kejadian hingga sore kemarin pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari sepuluh orang saksi.
Diantarannya Yudi, Herman, Bambang, Elly, Kiki, Arif, Teguh, Darmi, Eko, Johanes (adik ipar korban) dan Meli, istri Johanes.
“Mereka para saksi memiliki hubungan kedekatan dengan korban. Karena mereka adalah karyawan. Hanya Johanes dan Meli saja yang bukan,’’ kata James.
Dalam hal ini pihaknya juga harus jeli, termasuk aktifitas para karyawan sebelum dan sesudah mereka bekerja betul-betul dipelajari oleh petugas. Terutama aktifitas pada hari saat Melly ditemukan tewas.
“Dari temuan-temuan kami di lapangan nanti akan disingkronkan dengan keterangan saksi, termasuk alibi mereka langsung kita crosscek,’’ ucap James yang tampak sangat berhati-hati dalam memberikan keterangan.
Sementara informasi lain menyebutkan, jika Melly memiliki sepuluh karyawan. Dua bekerja sebagai sekretaris, yaitu Elly dan Kiki, sedangkan lainnya bekerja di bagian penagihan, dan sales, dan satu pembantu. Dari sepuluh karyawan ini, Elly pulang pertama. Dia pulang pukul 17.00, sisusul oleh Darmi. Wanita 31 tahun, warga Desa Pajaran, Poncokusumo, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah tersebut pulang pukul 17.15.
Tidak lama berselang, empat karyawan lainnya yaitu Eko, Arif, Bambang dan Teguh, keempatnya warga Desa Ampeldento, Pakis menyusul rekan-rekannya pulang. Namun begitu menurut Arif, saat dia pulang bersama tiga rekannya di rumah yang juga dipakai sebagai kantor dan gudang material bahan bangunan UD Modern tersebut masih ada Agung   dan Kiki.
“Saya tidak tahu mereka pulangnya jam berapa, yang jelas pukul 17.15 kami berempat pulang,’’ kata Arif kemarin.
“Menurut keterangan dari Kiki dan Agung keduanya meninggalkan tempat kerjanya selang 15 menit setelah empat rekannya. Alasannya masih menyelesaikan laporan keuangan,’’ urai petugas.
Dan 20 menit berselang korban Melly ditemukan tewas di kamar mandi oleh Yudi, 25 tahun dan Herman, 27 tahun, keduanya warga Ampeldento, Pakis. “Ini yang masih kita selidiki. Melihat dari jeda waktunya sangat singkat,’’ kata sumber tersebut.
Sumber yang meminta namanya tidak disebutkan ini juga mengatakan jika dalam kasus pembunuhan ini pihaknya juga mengamankan barang bukti empat unit HP yang ada di TKP, payung, linggis kecil, dan sikat gigi yang ujungnya terlihat darah.
Sementara kemarin, dari sepuluh saksi yang diperiksa tiga orang saksi terlihat berbeda. Ketiganya tidak dikumpulkan menjadi satu dengan saksi yang lain, tapi ditempatkan secara terpisah. Ketiganya adalah Bambang, Yudi dan Herman.
Tidak sekadar diperiksa secara verbal, agar kasus ini cepat terungkap tim penyidik juga mendatangkan ahli hipnoterapi. Dan satu persatu saksi langsung dihipnotis. Sayang aktifitas hipnotis sendiri cukup tertutup sehingga tidak diketahui secara jelas hasilnya. “Nantilah sabar, sekarang biar kami bekerja dulu, nanti jika terungkap pasti akan diberikan kepada wartawan,’’ tandas James.
 Seperti yang diberitakan sebelumnya, Melly Dewi Agatha, 34 tahun, warga Jalan Raya Danau Maninjau  Selasa petang lalu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Selain tubuhnya masuk ke dalam bak mandi dengan posisi terelungkup, kepala istri dari Johandi, 37 tahun ini juga terdapat dua luka.(ira/jon)"Almarhum Saudara Mbak Ocha Ketua FPAJ" #sumber malang post
 

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.