Dipaksa Kalah

GRESIK - Arema Indonesia gagal mengulang sukses laga uji coba kandangnya. Arema tumbang 2-0 (0-0) dari tuan rumah Persegres Gresik United pada laga uji coba away di Stadion Petrokimia Gresik, kemarin sore. Dua gol tuan rumah masing-masing dicetak Aldo Bareto, penalti menit 65 dan Siswanto menit 82.
Atas kemenangan GU tersebut, Arema benar-benar memberi hadiah manis bagi Ultrasmania (suporter Gresik United) yang merayakan ulang tahun ke 13.  Sayang kado ultah tersebut pahit bagi Arema dan Aremania yang turut ladub ke Gresik. Apalagi dari laga tersebut terkesan tuan rumah memaksakan kemenangannya.
Terbukti dari gol pertama tuan rumah, tercipta dari penalti yang berbau kontroversi. Menyusul pelanggaran yang dilakukan Hendro Siswanto pada Siswanto yang berbuah pelanggaran terjadi di luar kotak penalti. Namun wasit Prasetyo Hadi memutuskan pelanggaran tersebut terjadi di dalam kotak penalti.
Protes pemain Arema pun tak digubris wasit. Tak hanya dikecewakan wasit, termasuk asisten wasit yang sering membuat lini depan Arema terjebak offiside, pihak GU tampaknya memang takut kalah dalam laga uji coba ini. Menyusul mereka menerapkan aturan hanya memperbolehkan pergantian tiga pemain.
Manajemen Arema pun sempat protes atas aturan yang dilandasi ketakutan GU kalah dari Arema itu. Setelah sempat tarik ulur, dan Arema sempat mengancam bakal mogok bertanding karena aturan uji coba bisa bebas ganti pemain, akhirnya diputuskan bisa ganti maksimal lima pemain.
“Laga uji coba sore ini, hakekatnya bukan uji coba. Ini hanya uji selamat untuk Gresik United. Padahal sebenarnya kita tidak mau lihat hasil kalah atau menang, kita hanya berharap tuan rumah tidak mencederai hakekat dari uji coba yang sebenarnya kita harapkan untuk menguji semua pemain,” ungkap Manajer Tim Arema, Rudi Widodo dengan nada kecewa.
Sejatinya Arema mampu mengimbangi tuan rumah. Setidaknya pada babak pertama Singo Edan mampu mengimbangi permainan Aldo Bareto dkk. Meskipun Laskar Joko Samudro, sebutan GU, terus menekan dengan tusukan-tusukan berbahaya Wismoyo dari sayap kanan, atau umpan terukur sang kapten Gustavo Chena dari lini tengah, barisan belakang Arema tetap kokoh dan cukup sigap menghalau bola kepada bombernya Aldo.
Terbukti pada menit 13 Johan Ahmad Farizi dengan sigap membuang umpan yang disontekkan oleh Sasa Zevic kepada Aldo. Pada menit 33, striker asal Paraguay kembali mengancam gawang I Made Wardana setelah menerima umpan terukur dari Chena. Untungnya, tendangan mantan pemain Persiba itu nanggung dan bisa dimentahkan barisan belakang Singo Edan.
Skuad Arema Indonesia tidak tinggal diam gawangnya dibombardir oleh striker lawan. Keith Kayamba Gumbs yang pada babak pertama menempati posisi sayap kiri mengancam gawang kiper GU Heri Prasetyo. Berawal dari counter attack cepat menit 34, Kayamba menyambar bola rebound di area kotak terlarang. Sayangnya, tendangan kapten Arema ini melayang ke atas.
Babak pertama yang berakhir dengan skor kacamata ternyata tak mengendurkan semangat pemain GU untuk meladeni permainan pujaan Aremania. Mencoba menyegarkan formasi dan spirit tim, coach Rahmad Darmawan (RD), memasukkan tiga pemain pengganti, yakni Ahmad Kurniawan (AK) yang menggantikan Kadek, Rohit Chand yang menggantikan Joko Sasongko serta Hendro Siswanto yang menggeser Johan Ahmad Farizi.
Namun, tampaknya Arema Indonesia belum beruntung dalam laga ujicoba away kali ini. Lini belakang Arema yang disokong Gilang Ginarsa dan Thierry Gathuessi masih sering gamang dalam membuang bola lawan. Akibatnya, pada menit 65, Gilang melanggar Siswanto yang masuk menggantikan April Hadi pada babak kedua.
Aldo yang diplot menjadi eksekutor bola mati dari titik 12 pas mampu menaklukkan AK. Kedudukan berubah 1-0 untuk keunggulan GU. Tak ingin kalah, Arema Indonesia langsung tampil menyerang untuk membalas satu gol dari striker asal Paraguay tersebut.
Menit 74, Alberto Goncalves sempat membahayakan gawang GU, sayang sontekannya melambung di atas mistar gawang. Gregetan melihat tumpulnya serangan anak didiknya, coach RD memasukkan Reza Mustofa menggantikan Dendy Santoso pada menit 75 agar pola penyerangan Arema lebih variatif.
Reza diharapkan mampu menunjukkan ketajamannya saat menjebol gawang GU di laga ujicoba pertama. Tetapi, pemain bernomor punggung 50 itu tak mampu menunjukkan taringnya di hadapan pendukung GU. Malah, pada menit 82, gawang AK kembali kebobolan.
Berawal dari ketidaksigapan defender Arema dalam menjauhkan bola dari mistar gawang, Siswanto yang menerima bola rebound langsung melesakkan gol ke sudut kiri gawang yang tak mampu dijangkau AK. Dua gol untuk kemenangan GU membuat Arema harus pulang dengan tangan kosong.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada perubahan skor. Kemenangan ini tentu membawa angin segar bagi coach Suharno dalam mengarungi ujicoba berikutnya. Sementara, bagi RD, kekalahan ini membawa pe-er tersendiri untuk meraih hasil yang lebih baik di ujicoba berikutnya.
“Soal gol pertama Gresik United itu, saya tidak mau komentar apapun untuk gol lawan. Pennalti itu bagian dari permainan, tidak penting, karena itu uji coba. Ini bagus juga untuk pelajaran pemain dengan situasi seperti ini, karena sepakbola kita memang penuh warna, bisa saja dalam kompetisi kita mengalami hal tersebut. Pemain kita hars siap, kita ambil sisi positifnya,” komentar coach Rahmad Darmawan perihal gol tuan rumah yang sempat diprotes pemain Arema itu.
Sementara itu, pelatih GU, Suharno mengakui, kemenangan kemarin sore memang untuk kado ultah Ultrasmania. “Ya, kemenangan ini menjadi hadiah bagi para Ultrasmania yang berultah ke-13,” sebut Suharno saat jumpa pers usai pertandingan. “Pemain termotivasi dengan kehadiran Ultrasmania dan kehadiran Pak Bupati di stadion,” sambung mantan pelatih Arema musim lalu ini. (fin/bua)
 #sumber malang post

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.