Lawan Gresik Terancam Gagal

MALANG - Persiapan derby Jatim antara Arema kontra Persegres Gresik United, Sabtu (30/6) lusa, tampaknya bakal diliputi problem lain yang tak kalah membuat pusing klub berlogo kepala singa.
Ini lantaran hingga H-3 pertandingan atau tiga hari sebelum kick off, Panpel Arema belum juga mengantongi izin keamanan dari pihak kepolisian. Padahal biasanya, izin menggelar pertandingan sudah diterima panpel setidaknya H-7 alias sepekan jelang bentrok di Stadion Kanjuruhan.
‘’Sampai hari ini (kemarin, Red) izin belum diturunkan. Biasanya (izin, Red) sudah kita kantongi H-7 pertandingan,’’ ujar manajer media officer Arema, Sudarmaji mewakili panpel Arema saat dikonfirmasi Malang Post, kemarin sore.
Bukan tanpa alasan bila pihak kepolisian tak kunjung menerbitkan izin laga Arema kontra Persegres Gresik United besok lusa. Bahkan kemarin, Kapolres Malang secara khusus memanggil pihak klub untuk mengkomunikasikan bentuk pelanggaran yang menjadi duduk permasalahan.
‘’Kapolda melalui Kapolres menyampaikan bahwa menerima banyak laporan dari warga yang merasa terganggu dengan ulah oknum suporter mengayun-ayunkan tongkat di jalanan sehingga mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Kapolda dalam instruksinya mengecam tindakan itu,’’ beber pria yang akrab dipanggil Darmaji itu.
Pihak kepolisan kabarnya baru akan menurunkan izin bila sudah ada jaminan dari pihak panpel dan suporter memastikan aksi serupa tidak bakal terulang kembali.
‘’Sifat instruksinya sudah peringatan keras dari Polda. Pihak kepolisian meminta jaminan kepada panpel dan Aremania agar aksi tersebut tidak terulang lagi. Bila tidak bisa menjamin itu, Polda tidak akan memberi rekomendasi penyelenggaraan pertandingan. Karena itulah, panpel akan memasang spaduk himbauan di sepanjang jalanan Pakis Aji hingga Stadion Kanjuruhan, di media dan lebih penting memohon kesadaran Aremania dan pecinta bola lainnya,’’ lanjut pria asal Banyuwangi.
Menyadari pentingnya pertandingan lawan Persegres, panpel sepakat memberikan jaminan kepada pihak kepolisian. ‘’Karena kita semua sangat berkepentingan terhadap pertandingan Sabtu nanti. Dukungan suporter sangat dibutuhkan tim di laga home terakhir, selain tentunya panpel juga ingin memaksimalkan pemasukan kandang,” tandasnya.
‘’Kami yakin Aremania bisa memahami. Karena itulah panpel sudah menjanjikan jaminan kepada kepolisian. Tinggal sekarang bagaimana kesadaran rekan-rekan semua agar mampu menjaga ketertiban,’’ tandas mantan wartawan yang juga dikenal sebagai dosen ini.
Darmaji menghimbau siapapun Aremania yang membawa tongkat untuk bendera atau atribut pendukung lainnya bisa betul-betul memanfaatkan barangnya dengan baik secara tepat guna.
‘’Panpel sudah memohon ke polisi hanya mentolerir bendera digunakan saat di dalam stadion sebagai apresisasi terhadap kreatifitas dalam mendukung tim. Polisi dan panpel tidak mentolerir jika ada oknum suporter yang menggunakan tongkat bendera di jalanan usai pertandingan. Nanti akan ada sweeping,’’ jelasnya.
‘’Bila perlu tongkat itu ditinggalkan saja di stadion, nanti biar panpel yang mengurusi. Selain itu kepolisian meminta secara tegas Aremania memberikan kelancaran dalam berlalu lintas. Jangan sampai mengganggu apalagi mengancam kenyamanan pengguna jalan lainnya. Kita tahu jalur ke Stadion Kanjuruhan adalah jalur antar kota dalam provinsi,’’ pungkasnya penuh harap.
Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Rinto Djatmono melalui Kabag Ops Polres Malang, Kompol Imam Rofik, membenarkan jika Polres Malang tidak akan mengeluarkan izin pertandingan antara Arema Indonesia vs Persegres Gresik Unietd pada Sabtu (30/6) nanti. Itu menyusul sikap Aremania yang dianggap tidak tertib seusai melihat pertandingan.
‘’Kalau Aremania tetap tidak bisa tertib, izin pertandingan tidak akan dikeluarkan. Itu seperti yang disampaikan oleh Kapolres Malang kepada Panpel pertandingan,’’ ungkap Kompol Imam Rofik, kepada Malang Post kemarin. Alasan tidak dikeluarkan izin sendiri, katanya adalah menyusul banyak keluhan dari masyarakat khususnya pengguna jalan raya.
Keluhannya karena saat berada di jalan raya Aremania tidak bisa tertib. Dimana seharusnya Aremania memakai satu jalur, namun dua jalur dipakai langsung oleh Aremania. Akibatnya kendaraan umum yang melintas dari arah berlawanan tidak bisa melintas dan mengakibatkan macet.
‘’Selain itu juga masih banyak Aremania yang di jalan raya membawa tongkat atau bambu untuk bendera. Padahal itu sudah kami peringatkan berulang kali namun tidak ada respon sama sekali dari Aremania,’’ ujarnya.
Meski demikian, Rofik mengatakan, Polres Malang bisa saja mengeluarkan izin pertandingan jika Aremania berjanji untuk bisa tertib.
Syaratnya yakni dengan membuat surat pernyataan secara tertulis yang ditandatangani oleh seluruh perwakilan korwil Aremania se-Malang Raya. ‘’Kalau tidak ada surat pernyataan itu, izin pertandingan tidak akan kami keluarkan,’’ tegasnya. (tom/agp/bua){sumber malang post}

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.